Pemanfaatan Drone untuk Industri - 5 Aplikasi Bisnis

6 Juli 2017, Jon Walker
     
Biaya tinggi dan keterbatasan teknis membatasi penggunaan drone hingga saat ini. Setelah ada kemajuan yang signifikan sekitar tahun 2012, pembaharuan regulasi FAA 2016 - dikombinasikan dengan penurunan harga, membuat drone menjadi pilihan ekonomis untuk berbagai penggunaan komersial.

uses of drones main header image

Apa makna perubahan ini? Artikel ini membahas topik yang biasa ditanyakan oleh para pebisnis, termasuk:
  • Bisnis apa yang menggunakan drone dengan ROI yang mantap?
  • Bisnis apa dalam Fortune 500 yang nmenggunakan drone?
  • Apa saja faktor yang membatasi penggunaan drone?

Kita mulai dengan garis besar keadaan drone pada bisnis saat ini, diikuti oleh serangkaian penyelaman mendalam ke dalam kasus penggunaan drone individual.

Pertumbuhan Cepat dalam Aplikasi Drone Industri
Pada akhir 2016, konsensus dari 30 peneliti AI menghasilkan "drone dan robotika" di sekitar bagian atas daftar aplikasi bisnis jangka pendek AI, tetapi para ahli kami bukan satu-satunya yang mengikuti tren ini.

Gartner memperkirakan bahwa lebih dari 170.000 drone komersial akan dijual tahun ini, peningkatan 58 persen sejak 2016. Goldman Sachs memprediksi bahwa bisnis dan pemerintah sipil akan menghabiskan $ 13 miliar untuk drone antara 2016-2020.

Penggunaan drone komersial / sipil
Goldman Sachs Research menyatakan bahwa walaupun saat ini aplikasi drone militer adalah yang terbesar, sektor komersial / sipil menyajikan peluang pertumbuhan dalam tiga tahun ke depan.

Drone murah, di mana-mana berpotensi meningkatkan efisiensi secara signifikan. Perkiraan PwC, secara global drone berpotensi untuk menggantikan layanan bisnis dan biaya tenaga kerja di berbagai industri senilai $ 127 miliar. Drone memiliki dampak terbesar pada infrastruktur, pertanian, dan transportasi.

Dari semua aplikasi drone yang dieksplorasi sejauh ini, robot kurir telah menarik perhatian publik, tetapi penggunaan drone untuk pengiriman masih dalam fase awal. Peraturan federal dan lokal membatasi potensi penggunaannya. Drone komersial saat ini berdampak nyata dalam aplikasi untuk mengumpulkan informasi visual lokal dengan cepat dan murah. Beberapa bidang seperti pertanian, konstruksi, infrastruktur, dan manajemen persediaan sudah mendapat manfaat dari penggunaan drone.

Drone Pertanian 
Drone cocok untuk dunia pertanian, dimana petani memperoleh informasi real time tentang lahannya. Drone melacak hampir segala hal, termasuk penggunaan air, kesehatan tanaman, heat signature, dan analisis tanah. Pengawasan udara sebelumnya hanya dapat dilakukan sesekali dengan pesawat terbang dengan biaya tinggi. Sekarang dapat dilakukan setiap minggu atau bahkan setiap hari dengan drone yang harganya hanya ratusan dolar.

Pada 2015, Biro Peternakan Amerika merilis studi tentang petani yang menggunakan drone sebagai layanan. ROI rata-rata adalah “$ 12 per acre untuk jagung, $ 2,60 per acre untuk kedelai, dan $ 2,30 per acre untuk gandum.” Karena ROI yang besar itulah, penggunaan drone untuk pertanian diprediksi akan terus bertambah. WinterGreen Research memperkirakan pasar drone pertanian saat ini $ 494 juta dan meningkat menjadi $ 3,69 miliar pada 2022.

Beberapa perusahaan baru dan perusahaan agribisnis sudah berinvestasi besar-besaran di perangkat lunak untuk menganalisis data mentah. Misalnya, John Deere bermitra dengan Sentera untuk menyediakan akses dan drone kepada konsumennya ke AgVault ™ Software. Dalam 4 bulan, Sentera melakukan 8.000 penerbangan dan mengumpulkan 175 terabyte data. Drone memungkinkan petani mengumpulkan begitu banyak data lahan, dan pengelolaan semua data ini menciptakan peluang bisnis yang besar.

Selanjutnya, divisi agribisnis Dupont, Dupont Pioneer, telah berinvestasi di PrecisionHawk untuk membantu petani meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan melalui wawasan berbasis data. PrecisionHawk menawarkan produk terintegrasi penuh untuk semua tingkatan bisnis. Mereka menyediakan drone, sensor, perangkat lunak, analisis, pilot, asuransi, dan perijinan.

Pertanian terus menjadi salah satu aplikasi industri robotika dan drone yang paling menarik (dan paling sedikit dibahas).

Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur dengan Drones
Penggunaan drone untuk inspeksi infrastruktur dapat lebih murah, lebih cepat, dan lebih aman. Misalnya, New York Power Authority baru-baru ini uji coba drone untuk memeriksa ledakan es di dekat Danau Erie. Sebelumnya, untuk biaya pemeriksaan ledakan es ini memakan $ 3.500 untuk helikopter, atau $ 3.300 untuk perahu. Dengan drone, biayanya kurang dari $ 300.

Ini sebabnya beberapa perusahaan utilitas cepat bergerak setelah diberi persetujuan oleh FAA tahun lalu. AT & T menggunakan drone untuk memeriksa menara selular. Langkah ini dapat menyelamatkan nyawa manusia. Dari 2013-2016 ada 34 kematian terkait menara komunikasi.

Beberapa perusahaan energi seperti Southern Company dan Duke Energy menggunakan drone untuk memeriksa jaringan listrik, pembangkit listrik, dan kerusakan akibat badai. Sunpower menggunakan drone untuk inspeksi panel surya. Demikian pula, start-up seperti SkySpecs menggunakan drone untuk melakukan inspeksi turbin angin yang sebelumnya memakan beberapa jam menjadi beberapa menit saja.

Jembatan, bendungan, anjungan minyak , turbin angin peternakan surya, menara komunikasi, dan infrastruktur lainnya juga merupakan peluang drone untuk inspeksi.

Ketika drone dan robot menjadi lebih cekatan dan otonom, akan ada lebih banyak perusahaan vendor robotika akan menemukan aplikasi yang menguntungkan dalam pemeliharaan infrastruktur. Tren ini kemungkinan akan meluas ke robot bawah air, glider, dan lainnya.

Drone sebagai Infrastruktur
Drone tidak hanya digunakan untuk memeriksa infrastruktur tradisional tetapi juga untuk menggantikannya. Di awal 2017 AT & T berhasil menguji Flying COW (Cell on Wings). Drone ini  berfungsi sebagai menara selular kecil yang dapat digunakan di lokasi bencana, atau dalam suatu acara besar untuk menyebarkan beban menara statis.

Facebook ingin menggunakan drone tidak hanya sebagai infrastruktur pengganti sementara, tetapi sebagai pengganti permanen. Facebook membangun Aquila , drone besar bertenaga surya yang akan terbang selama berbulan-bulan, menyambungkan internet ke daerah-daerah terpencil atau miskin. Teknologi ini masih dalam tahap pengembangan, tetapi tujuannya adalah untuk membawa internet ke "lebih dari 4 miliar orang yang tidak online" dan tidak menggunakan Facebook. Tantangan teknisnya sangat besar. Google baru-baru ini menghentikan proyek drone internet mereka, dan beralih ke wahana balon udara.

Aplikasi Drone Konstruksi
Inspeksi udara real time memungkinkan untuk dengan cepat memeriksa situs konstruksi dan mengidentifikasi kesalahan. Menurut PwC, kecelakaan di lokasi konstruksi yang dipantau oleh drone turun hingga 91 persen.

Autodesk, pemimpin perangkat lunak untuk arsitektur dan konstruksi, telah berinvestasi di 3D Robotics melalui Forge Funds sejak 2016. Robot 3D menggunakan Forge Platform Autodesk untuk menyediakan solusi UAV-ke-cloud. Drone ini menangkap data situs yang dimasukkan ke dalam perangkat lunak Autodesk untuk analisis.

Tahun ini Caterpillar, pabrikan peralatan konstruksi terbesar, berinvestasi di Drone startup Airware. Layanan mereka ditawarkan melalui jaringan dealer Caterpillar yang sudah ada. Drone perusahaan digunakan untuk memeriksa atap, lokasi konstruksi, operasi penambangan, dan utilitas.

Aplikasi Drone Pergudangan dan Inventaris
Drone juga dapat digunakan untuk memindai ribuan item di gudang. Jadi wajar jika pengecer besar mengadopsi teknologi drone untuk kebutuhan inventarisasi mereka. Wal-Mart telah menguji penggunaan drone di gudangnya untuk memeriksa dan menandai item yang hilang. Drone yang diterbangkan di gudang dapat melakukan pemeriksaan stok penuh dalam sehari, sementara tugas yang sama saat ini membutuhkan waktu satu bulan secara manual.

Meskipun tampaknya Wal-Mart mungkin mengembangkan drone mereka sendiri untuk aplikasi inventaris, ada banyak vendor drone yang berniat memasuki ruang tersebut.

Kesimpulan
Perusahaan besar seperti Amazon dan Facebook berinvestasi secara signifikan dalam penggunaan drone untuk pengiriman dan memperluas akses internet, tetapi sebagian besar aplikasi ini masih berada dalam tahap uji coba. Ada perusahaan seperti Zipline, yang saat ini menggunakan drone untuk pengiriman medis di Rwanda, tetapi masih berupa aktivitas kecil.

Dampak terbesar Drone komersial adalah fungsinya sebagai mata dan telinga perusahaan. Drone mampu mengumpulkan sejumlah besar data visual atau mengakses tempat yang sulit dijangkau. Saat ini drone sudah nyata digunakan adalah bisnis seperti:


  • Pertanian
  • Kehutanan
  • Survei
  • Inspeksi infrastruktur
  • Utilitas
  • Konstruksi
  • Pertambangan
  • Hiburan


Pemeriksaan klaim asuransi untuk bangunan atau fasilitas yang lebih besar
Drone dapat melakukan inspeksi dan survei lebih cepat, lebih murah, dan aman (yang mengurangi biaya asuransi) daripada menggunakan orang atau helikopter. Manfaat drone bukan hanya mampu melakukan tugas dengan lebih murah tetapi juga lebih sering secara signifikan. Dengan meningkatkan jumlah data yang dikumpulkan secara dramatis, bentuk-bentuk analisis baru dimungkinkan untuk berkembang. Ini adalah bagian dimana drone sudah mulai mengubah industri.