UAV Mapping and Topography

Pemetaan Drone (UAV/ Unmanned Aerial Vehicle) adalah salah satu bentuk penginderaan jauh yang digunakan untuk mengetahui kondisi aktual suatu area atau suatu objek dengan cepat. Fotografi udara menjadi inti pekerjaan akuisisi data untuk berbagai keperluan, seperti survei pemetaan udara dan fotogrametri.
Cara kerja Foto Udara
Cara kerja Foto Udara

Survei pemetaan udara sebelumnya sudah cukup dikenal dengan menggunakan pesawat berawak, begitu juga pengawasan dan inspeksi aset melalui udara. Seiring berkembangnya teknologi, saat ini Drone merupakan alternatif untuk melakukan proses akuisisi data, dengan banyak keunggulannya.

PENGERTIAN FOTOGRAMETRI

Fotogrametri adalah suatu metode pemetaan objek-objek di permukaan bumi yang menggunakan foto udara yang bertampalan sebagai media. Foto tersebut diperoleh melalui pemotretan udara pada ketinggian tertentu menggunakan pesawat Drone.


Drone  memiliki 3 keunggulan dibandingkan dengan teknologi lain, yaitu:
  • Kualitas gambar serta resolusi yang sangat baik. Kualitas gambar yang dihasilkan drone jauh lebih baik daripada citra satelit, ataupun gambar dari pesawat berawak. Untuk pemetaan, resolusi peta yang dihasilkan dapat mencapai 5 cm/pixel, atau setara dengan peta skala 1:500, sedangkan untuk inspeksi, resolusi gambar yang diperoleh dapat mencapai 1 mm/pixel, cukup untuk menangkap fenomena retak secara visual.
  • Produktivitas tinggi. Dalam sehari, drone dapat memetakan daerah seluas ± 400 hektar secara tepat. Selain itu, bentuknya yang ringkas membuat drone dapat dioperasikan di manapun dan di beragam medan seperti dataran, pantai, perbukitan, hingga pegunungan.
  • Human risk free serta pengoperasiannya mudah. Teknologi drone mampu menyelesaikan tugas-tugas yang tergolong dalam 3D (Dull, Dangerous, and Dirty) sehingga sangat cocok untuk digunakan pada industri yang memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi akibat pekerjaan berulang ataupun lingkungan berbahaya. Selain itu, pengoperasiannya pun tergolong mudah dibandingkan dengan teknologi lain yang ada di pasaran.

Metoda Pemetaan

Perencanaan dan Pemasangan TITIK KONTROL TANAH (GROUND CONTROL POINT)

GCP merupakan objek di permukaan bumi yang dapat diidentifikasi dan memiliki informasi spasial (koordinat) sesuai dengan sistem referensi pemetaan. Informasi spasial dalam bentuk koordinat X, Y, Z atau Lintang, Bujur dan ketinggian dari setiap GCP diukur dengan menggunakan GPS geodetik. Peran utama GCP adalah menjadi georeferensi pengolahan foto sehingga hasil pemetaan menjadi akurat.
Pemasangan GCP
Pemasangan GCP
GCP di buat dengan warna mencolok agar terlihat pada saat pengolahan foto di studio. Titik GCP berfungsi untuk proses orientasi relatif antar foto. Silang GCP disejajarkan dengan mata angin utara- selatan, timur- barat. Selain itu GCP digunakan pula untuk mengkoreksi foto dari pemotretan udara.

GCP terlihat dari atas
GCP terlihat dari atas

Fungsi GCP lainnya adalah menyatukan hasil olah data yang terpisah dengan cepat dan efektif, daripada proses penyatuan berdasarkan  seluruh pointcloud.

Akuisisi Foto Udara

Pekerjaan fotogrametri memerlukan suatu rencana jalur terbang agar foto yang di hasilkan mempunyai kualitas baik. Proses pengambilan jalur terbang biasanya diambil jarak yang terpanjang untuk melakukan perekaman untuk memperoleh kestabilan pesawat di saat pemotretan. Jalur terbang dibuat sepanjang garis yang sejajar untuk membuat foto yang bertampalan.

Flight Plan Foto Udara
Flight Plan Foto Udara

Akuisisi menggunakan penerbangan berulang dengan jalur grid. Sudut pemotretan hampir vertikal, dengan hasil foto sebagian tumpang tindih (overlap) untuk proses aerotriangulasi. Overlap tersebut  digunakan software pemroses data untuk menggabungkan beberapa foto sehingga menghasilkan orthophoto mosaic dan Digital Elevation Model.

Prosesing Data Foto Udara

Proses ini mencakup proses pengolahan data GCP, geo-referencing, proses rektifikasi, dan proses mosaik, untuk menghasilkan orthophoto mosaic. Kemudian, hasil tersebut digunakan untuk membuat Digital Surface Model, serta penilaian visual dalam bentuk peta vektor. Sedangkan untuk peta topografi, hasil Digital Surface Model kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan Digital Terrain Model, baru selanjutnya peta kontur dapat dibuat. Setelah itu, data tersebut dapat digunakan untuk keperluan interpretasi seperti digitasi tutupan dan guna lahan, serta identifikasi fitur.

Output Foto Udara


Orthophoto Mosaic (Peta Citra)

Citra ortho adalah citra yang sudah dikoreksi simpangan sudut lensa, sehingga sudutnya menjadi tegak lurus permukaan peta. Setelah proses geo-referencing, foto digabung untuk menghasilkan orthophoto mosaic.


Orthophoto Mosaic yang dimaksud sudah memiliki koordinat, serta dapat dibuka dengan menggunakan software GIS umum atau bahkan Google Earth sekalipun.

Orthophoto Mozaic
Orthophoto Mozaic

Digital Surface Model (DSM)

Digital Surface Model (DSM) adalah rekonstruksi digital (numerik) dari permukaan bumi. Digital Surface model memiliki proses yang hampir sama dengan proses orthomosaic yaitu terdiri dari proses penentuan posisi dan orientasi foto, rekonstruksi pointcloud model 3 dimensi melalui proses interpolasi.

Digital Surface Model
Digital Surface Model
DSM ini masih mengandung informasi ketinggian bangunan- bangunan atau pepohonan di atas permukaan tanah.

Digital Terrain Model (DTM) dan Kontur

Digital Surface Model sda kemudian diproses kembali untuk menghasilkan Digital Terrain Model yang menggambarkan kondisi permukaan bumi tanpa segala fitur di atasnya (bangunan, pohon, dsb, hanya permukaan tanah).

Perbedaan DSM dengan DTM
Perbedaan DSM dengan DTM

DTM menghilangkan informasi ketinggian bangunan atau benda- benda atau pepohonan, sehingga menghasilkan reproduksi murni permukaan tanah. DTM dilakukan dengan metode stereo vector digitization (manual-generated), dengan cara menggunakan stereo-plotter untuk menentukan titik-titik tinggi terrain atau tanah yang kemudian dilakukan interpolasi.

Perbandingan DSM dengan DTM
Perbandingan DSM dengan DTM
Geodrone Survey siap mendukung aktivitas survey pemetaan, dimanapun berada. Kami berkomitmen untuk mempersembahkan data yang akurat dan terpercaya bagi klien, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Geodrone Survey memiliki tim yang terdiri dari para ahli geodesi, geomagnetik airborne, pilot- pilot Drone yang handal, tim data processing, serta peralatan yang canggih dan terkini.

Geodrone Survey – Pioneering in  Drone Mapping Surveys.




Geodrone Survey

Jl Kotamas Indah 76B
Cimahi 40525
Jawa Barat - Indonesia

Phone/ WA: +62821-1677-1710

Email: info@geodrone.id


UAV Topography

UAV Inspection

UAV Geomagnetic Survey

UAV Stockpile Measurement