UAV Geomagnetic Survey

Survei Geomagnet dilakukan untuk mengetahui sebaran jebakan mineral, gas, minyak, air, ataupun geotermal,  yang terdapat dibawah permukaan (di dalam bumi). Material tertentu memiliki nilai kemagnetan batuan yang berbeda dibandingkan material-material lainnya yang melingkupinya seperti lempung, pasir, dan material sedimen lainnya.  Kontras kemagnetan batuan inilah yang dideteksi oleh metoda geomagnet.

Anomali Magnet Bumi
Anomali Magnet Bumi

Geodrone Survey - Pelopor Survey Geomagnetik

>Geodrone Survey mengembangkan inovasi metoda eksplorasi geomagnetik dengan survei magnetik udara dengan resolusi tinggi (High Resolution Airborne Magnetic Survey/HRAMS).

Beberapa kelebihan dari metoda geomagnet Drone adalah:
  • Cepat dan praktis dalam pelaksanaannya;
  • Proses akuisisi data tidak menimbulkan kerusakan lingkungan;
  • Mudah dalam melakukan quality control data lapangan;
  • Keselamatan operator lebih terjamin, tidak ada resiko kecelakaan pesawat yang mengakibatkan fatalitas, terutama di daerah- daerah dengan kontur yang ekstrim;
  • Kemudahan operasional karena tidak bergantung pada keberadaan lapangan udara/ airstrips;
  • Kemudahan logistik seperti pasokan bahan bakar, yang teramat sulit dilakukan di daerah terpencil;
  • Akurasi data yang sangat baik, sebab ketinggian terbang yang rendah (50 s/d 250m) menyebabkan sensor geomagnetik mendapat input yang lebih besar. Seperti diketahui, kekuatan magnet berkurang secara kubikal, dimana semakin jauh sensor, maka semakin lemah medan magnet yang terbaca secara berpangkat tiga.
  • Jumlah sampel/ data jauh lebih banyak, karena spasi sampling serta frekuensi sampling lebih besar.

Apa itu Survey Geomagnetik

Beberapa tahun yang lalu, survey magnetik dilakukan dengan memanggul sensor (ground surveys), dan operator berjalan di sepanjang lintasan yang ditetapkan. Beberapa kelemahan ground magnetic survey adalah:

  • Survey berlangsung dalam jangka waktu yang lama, oleh karena dilakukaan dengan berjalan kaki.
  • Luasan data yang didapatkan sangat sedikit. 
  • Keselamatan operator dipertaruhkan terutama jika medan survey sulit diakses.

Ground Survey Geomagnetik
Ground Survey Geomagnetik
Selanjutnya, survey magnetik dapat dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang dan helikopter. Area survey menjadi jauh lebih luas, namun dengan mengorbankan akurasi data. Sifat medan magnet adalah intensitasnya yang berkurang secara berpangkat 3 terhadap jarak. Sehingga semakin jauh (tinggi) sensor diletakkan, semakin lemah sinyal yang diterima. Airborne survey ini juga memiliki kendala logistik yang cukup besar, misalnya sangat tergantung pada posisi landasan, ketersediaan bahan bakar/ avtur, juga regulasi penerbangan yang sangat ketat.

Airborne Survey Geomagnetik
Airborne Survey Geomagnetik

Karena itulah >Geodrone Survey menjadi pionir dalam survey magnetik menggunakan Drone, sehingga menjadi solusi yang akurat, cepat, dan ekonomis.

Mempersiapkan Hexacopter untuk Survey Geomagnetik
Mempersiapkan Hexacopter untuk Survey Geomagnetik

Penyelidikan magnetik dilakukan dengan mengukur medan magnetik bumi di area survei. Tujuan dari penyelidikan magnetik adalah untuk memetakan ‘gangguan’ lokal medan magnetik bumi akibat variasi magnetisasi batuan. Gangguan ini selanjutnya disebut anomali magnetik.

Pengukuran anomali magnetik sangat bermanfaat dalam penyelidikan sistem mineralisasi. Ketika masih segar belum terubahkan, batuan biasanya memiliki magnetisasi yang tinggi karena mengandung mineral-mineral feromagnetik. Proses ubahan (alterasi) hidrotermal bisa mengubah oksida-oksida besi yang bersifat feromagnetik (seperti magnetite) menjadi sulfida-sulfida besi (seperti pyrite) yang hampir tak bermagnet. Proses alterasi ini mengubah batuan menjadi ter-demagnetisasi sebagian (parsial) atau seluruhnya. Karena itu, di antara batuan yang teralterasi hidrotermal dan batuan yang masih segar di sekitarnya, dapat dideteksi kontras demagnetisasi negatif.

          
Drone Hexacopter dan Flying Wing yang digunakan untuk Survey Magnetometer

Dalam penyelidikan geomagnet, data lapangan diperoleh dengan menggunakan magnetometer. Untuk survey HRAMS Drone magnetic airborne, unit magnetometer dengan sensitivitas tinggi dipasang di pesawat tanpa awak. Unit lainnya yang sifatnya stasioner, dipasang di suatu base station (BS) di darat yang pembacaannya dilakukan secara otomatis dan dapat diatur untuk setiap interval waktu yang dikehendaki. Unit stasioner ini digunakan untuk mengukur variasi diurnal atau variasi harian. Hasil pengukuran di lapangan dikoreksi dari efek-efek variasi diurnalnya dalam waktu-waktu pengukuran yang bersesuaian.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besaran variasi harian antara lain matahari, bulan, badai magnet dan pengaruh lokal yang disebabkan oleh perubahan kelistrikan pada atmosfir daerah penyelidikan. Pengaruh badai magnet tidak dapat dikoreksikan terhadap perhitungan anomali magnet karena sangat eratik dengan amplitudo yang cukup besar, mencapai ratusan gamma. Satu- satunya cara untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan pengukuran ulang pada titik-titik ukur magnet yang waktu pengambilan datanya termasuk perioda waktu saat terjadinya badai magnet tersebut.


Peralatan Sensor

Sensor yang digunakan adalah produksi SENSys Jerman, yang berpengalaman sejak 1980 dalam memproduksi sensor dan peralatan geomagnetik. Sensys MagDrone R3 adalah jenis Fluxgate yang sangat ringan, akurat, sensitif dan toleransi gradien yang tinggi.

SENSYS Drone Magnetometer
SENSYS Drone Magnetometer


Spesifikasi Magnetometer SENSYS R3
Sensitivitas 20 pT @ 1 Hz
Resolusi<0.3 nT


Jangkauan Pengukuran +/- 75,000 nT

Interval Sampling 200 Hz
Temperatur Operasional -40°C to +55°C
GPS AccuracyNav Rate 5 Hz
Position: 2.5m circular error
SBAS: 2.0m circular error

Selain akurasi yang tinggi, sensor ini adalah sensor vektor, dimana besaran magnet yang terukur terpisah antara sumbu x, y, dan z. Dengan sistem cadangan 2 sensor, data gradien dapat diperbandingkan di antara kedua sensor tersebut. Namun demikian, dalam aplikasi pada umumnya yang dipergunakan adalah data skalar.

Sensor Vektor 3 Dimensi menghilangkan kesalahan orientasi dalam pengukuran
Sensor Vektor 3 Dimensi menghilangkan kesalahan orientasi dalam pengukuran
Unit lainnya yang sifatnya stasioner adalah base station (BS) di darat yang pembacaannya dilakukan secara otomatis dan dapat diatur untuk setiap interval waktu yang dikehendaki. Unit yang digunakan adalah Magnetometer Proton Geometrics.

Base Station Magnetometer Proton Geometrics
Base Station Magnetometer Proton Geometrics

Output dari survei Geomagnetik Drone:
  • Nilai intensitas magnet total terhadap waktu (harian)
  • Data hasil pengukuran lapangan (harga intensitas magnet bumi total)
  • Data hasil pengukuran lapangan terkoreksi
  • Data anomali magnet total
  • Data kerentanan magnet batuan
  • Peta anomali magnet total
  • Peta anomali reduksi ke kutub
  • Peta interpretasi geologi
  • Model 2D dan 3D
Peta Anomali Magnetik
Peta Anomali Magnetik

Geodrone Survey siap mendukung aktivitas survey dan eksplorasi geomagnetik, dimanapun aeral survey itu berada. Kami berkomitmen untuk mempersembahkan data yang akurat dan terpercaya bagi klien, sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Geodrone Survey memiliki tim yang terdiri dari para ahli geomagnetik airborne, pilot- pilot Drone yang handal, tim data processing, serta peralatan yang canggih dan terkini.


Geodrone Survey – Pioneering in  Drone Magnetic Surveys.



Geodrone Survey

Jl Kotamas Indah 76B
Cimahi 40525
Jawa Barat - Indonesia

Phone/ WA: +62821-1677-1710

Email: info@geodrone.id


UAV Topography

UAV Inspection

UAV Geomagnetic Survey

UAV Stockpile Measurement